Lebaran adalah moment penting dalam kehidupan umat muslim, berjenis-jenis tardisi pun dikerjakan menjelang hari raya idul fitri. Mulai dari membeli pakaian pakaian, membikin kudapan manis khas lebaran, sampai adat istiadat yang paling menjadi agenda harus masyarakat indonesia adalah mudik ke kampung halaman untuk berkumpul bersama sanak saudara. Istiadat mudik juga membawa profit bagi sebagian pihak salah satunya adalah para pengusaha sewa bus di sebagian tempat seperti pengusaha sewa bus pariwisata tangerang dan sekitarnya.

Pada tahun 2019, jumlah pemudik memakai kendaraan lazim seperti bus yang mengalami kenaikan signifikan dari tahun – tahun sebelumnya.  Ini tak terlepas dari sebagian alasan seperti ingin menikmati mudik tanpa berpanas – panasan di jalan sampai ingin menghindari macetnya jalan raya. Selain itu, manfaat ini terang dinikmati oleh pengusaha sewa bus pariwisata, karena omset yang mereka temukan naik.

Presentase kecelakaan lalu lintas di pulau jawa

Dengan tingginya tingkat pemudik terpenting di pulau jawa, tak ayal membikin resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas juga kian tinggi. Penelitian yang dikerjakan oleh knkt (komite keselamatan transportasi), selama tahun 2007 sampai 2016, kecelakaan di jalur (terdiri dari kecelakaan tunggal, kecelakaan kedaraan beruntun, kecelakaan kereta api, sampai kecelakaan bus) menjadi kategori kecelakaan yang betul-betul tak jarang terjadi adalah sampai 65,6%. Tercatat pulau jawa menjadi wilayah paling rawan dengan presentase 70,35%, dimana provinsi jawa barat menempati posisi tertinggi dengan presentase 34,4% atau 22 kasus, diantara 22 kasus tersebut 70% adalah kecelakaan tunggal seperti terguling, terbakar, dan tabrakan. Lalu sisanya adalah 30% adalah kecelakaan bus dan kereta api. Sedangkan kecelakaan bus mempunyai presentase cukup kecil, tetap harus diwaspadai karena satu kali terjadi kecelakaan bus, nyawa yang sirna dapat menempuh belasan sampai puluhan orang pun demikian dengan kecelakaan kereta api.

Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah dimana tiap-tiap tahun pemerintah lewat kementerian perhubungan selalu melaksanakan pembenahan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas.  Ini rupanya dari data kementerian perhubungan yang menampakkan jumlah kecelakaan pada arus mudik dan arus balik lebaran menurun diperbandingkan tahun – tahun sebelumnya adalah menurun sebesar 65% dari 1.410 pada tahun 2018 menjadi 509 kejadian di tahun 2019. Artinya, presentase kecelakaan bus ataupun kecelakaan tunggal terpenting di provinsi jawa barat juga mengalami penurunan signifikan.