Dalam membangun gedung, masyarakat terkadang masih dibingungkan dengan apakah harus memilih kontraktor atau pemborong, olehkarena itu dari keduanya hampir tiada bedanya, dua-duanya memiliki tujuan yang sama yaitu memproduksi projek konstruksi.

Sistem Komitmen Pemborong

Mengupas Tuntas Mengenai Sistem Kerja Kontraktor

Tapi justru stigma semacam itu sangatlah mengacau, kontraktor dan pemborong ialah dua hal yang tidak sama. Kontraktor bangunan adalah satu perusahaan atau lembaga resmi atau intansi yang memiliki pekerja resmi, disertai penyelidik dan rencana anggaran biaya untuk melakukan sebuah order bangunan. Sementara itu pemborong adalah sekumpulan orang tanpa dinaungi lembaga apapun dan tanpa menggunakan rencana apapun yang juga melaksanakan proyek konstruksi.

Artinya, kontraktor lebih tersistem bahkan memiliki tenaga ahli untuk ikut merancang dan menghitung ketepatan bangunan, berbeda dengan pemborong cenderung bekerja kian spontan dan biasanya lumayan ikut berpartisipasi dalam perencanaan bangunan.

Sistem Kerja Pemborong

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kerja kontraktor kian tersistem. Sistem kerja tersebut biasanya meliputi:

1. Persiapan desain yang jelas

Pemborong biasanya sudah memiliki rangka desain yang jelas karena perhitungannya, tentunya tidak terlewat juga berdiskusi dengan klien. Klien dapat memberikan wejangan, tambahan, atau pengurangan tentang rencana yang akan disetujui.

2. Rencana anggaran biaya (RAB)

Setelah menyetujui rangka, kontraktor bangunan jakarta biasanya langsung memberikan RAB menyeluruh proses pembangunan. Jika Kamu menyetujui, kontraktor yang menyelenggarakan semua material yang sebagai kebutuhan bangunan Anda, oleh karena itu RAB tersebut meliputi material, hingga biaya kontraktor. Adanya RAB ini sangat mujur klien karena klien bakal mempersiapkan sepenuhnya biaya yang akan dikeluarkan.

3. Untai perjanjian

Tidak semua kontrkator menyepakati proyek di kepada lembar perjanjian, tapi dikategorikan dalah satu kriteria kontraktor yang baik yang melaksanakan kesepatakan di atas kertas.

Ketika desain dan RAB telah disepakati, kontraktor menyerahkan lembar perjanjian yang berisis kesepakatan-kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya kemudian ditandatangani oleh klien dan pihak kontraktor. Untai ini juga sangat penting dan menguntungkan, karena bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dapat melaporkannya di pihak berwajib dengan kertas tersebut sebagai bukti kuat.

4. Bekerja sesuai deadline

Kontraktor bangunan akan bekerja sesuai deadline yang telah disepakati, selain itu kontraktor juga akan melaporkan setiap kemajuankronologi, pertambahan, pertumbuhan, perubahan, perurutan, urut-urutan, proyek bangunan baik laporan harian, mingguan bahkan bulanan. Hal ini juga amat penting dalam menilai kualitas kontraktor.

5. Maintenance

Pemborong juga menjamin maintenance ataupun masa pemeliharaan atau kian akrab dengan sebutan jaminan. Masa pemeliharaan bangunan yang biasanya disepakati oleh kontraktor adalah sekitar 3 kalendar. Dalam waktu 3 kalendar tersebut, klien dapat meneliti kembali apa-apa yang sedikit atau bahkan tidak sesuai dengan kesepakatan awal, lalu mengadukan dan mendiskusikannya, selesai itu biasanya ada tindak lanjut dari kontraktor beserta memperbaikinya.

Sistem kerja kontraktor yang seperti di kepada ini sangat menguntungkan klien dalam berbagai hal, tidak membuat klien kerepotan dan mengehmat banyak waktu. Untuk itu dalam membangun satu bangunan, apalagi bangunan penting ada baiknya menggunakan kontraktor.