Tahap-Tahap Pembuatan Jalan Raya Dari Beton
ANGGARAN PERBAIKAN JALAN JALUR PANTURA

Proses pembuatan jalan raya bukanlah merupakan hal yang mudah. Hal ini dikarenakan jalan raya merupakan sarana yang dilalui oleh banyak orang sehingga menyangkut keselamatan dan kenyamanan banyak orang pula. Selain itu, hasil akhirnya diharapkan untuk jangka panjang karena banyaknya investasi tenaga dan dana yang terkuras dalam prosesnya. Karenanya, banyak tahap yang diperlukan dalam prosesnya. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga tahap pengujian. Biasanya jalan raya akan dilapisi beton guna memastikan jalannya mulus, lebih kuat dan tahan lama. Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih dalam apa saja yang perlu dilakukan dalam proses pembuatan jalan raya beton.

Proses Pengerjaan Jalan Raya Beton

Tahap awal yang dilakukan tentu saja perencaan. Pada tahap ini selain menentukan luas lokasi juga meninjau lahan pelaksaan pembangunan jalan tersebut. Pada tahap perencanaan, diperlukan pengukuran dan pematokan. Pemasangan patok dilakukan pada setiap jarak 25 m.

Kemudian dilakukan pemeriksaan destruktif untuk survey kelayakan struktural konstruksi perkerasan. Pada tahap selanjutnya akan dilakukan proses penggalian untuk memastikan lahan bebas dari benda-benda yang tidak diinginkan seperti akar dan batuan dan membentuk elevasi permukaan sesuai yang direncanakan. Setelah itu akan dilakukan proses pengadukan adonan beton. Adonan beton yang terdiri dari semen dan sejumlah aggregat seperti pasir dan kerikil akan diaduk dalam mesin pengaduk.

Selanjutnya dapat dilakukan proses pengecoran. Pada proses pengecoran, adonan beton akan beton akan dituangkan ke area yang dikehendaki yang telah dipasangi besi penulangan dan bekisting pada tepian cor. Setelah itu dilakukan tahap pemadatan. Pada tahap ini menggunakan alat vibrator beton yang berfungsi untuk menggetarkan adonan beton sehingga udara yang ada dalam beton akan keluar untuk mengindari adanya rongga atau lubang di dalamnya yang dapat mengurangi kualitas beton. Salah satu vibrator beton yang cukup terkenal adalah vibrator keluaran Exen, sehingga vibrator untuk proses pemadatan sering juga disebut dengan vibrator Exen.

Setelah itu, dapat dilakukan perataan jalan beton pada saat kondisi beton masih basah menjelang kering. Penggunaan jalan beton sebaiknya dilakukan 28 hari setelahnya karena pada saat itu kondisi jalannya sudah mengeras dengan sempurna.